Bahdar, Bahdar (2023) Zikir Dalam Tradisi Islam Nusantara. Maestro, Palu.
FIKIH PEMBELAJARAN.pdf
Download (804kB)
Abstract
Dari perspektif teologi dan fikih, zikir memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Allah Swt. memerintahkan, "Ud‘unī astajib lakum" (Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan), serta menegaskan keutamaan orang-orang yang banyak berzikir (al-dzākirīn). Tradisi para ulama Nusantara seperti Syekh Yusuf al Makassari, Syekh Abdus Shamad al-Palimbani, dan para kiai pesantren Jawa menunjukkan bahwa zikir menjadi bagian dari disiplin rohani yang diwariskan secara turun temurun. Namun, di tengah perkembangan modern, tradisi zikir Nusantara sering menghadapi kritik dari kelompok tertentu yang menilai praktik tersebut sebagai bid‘ah atau tidak memiliki dasar syar‘i yang kuat. Pandangan ini muncul karena perbedaan metodologi pemahaman agama, terutama antara pendekatan tekstualis dan kontekstual tradisionalis. Padahal sejumlah penelitian kontemporer menunjukkan bahwa praktik-praktik zikir lokal dapat diterima secara fikih selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar syariat, bahkan memiliki manfaat sosial, psikologis, dan spiritual bagi masyarakat.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pemikiran Islam |
| Depositing User: | Abu Bakri |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 15:37 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 15:37 |
| URI: | http://repository.uindatokarama.ac.id/id/eprint/5699 |
